Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI 4,3 Persen
Jakarta, amunisicyber.my.id — Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) memotret dinamika elektabilitas sejumlah partai politik menjelang Pemilu 2029. Dalam survei terbaru, Partai Gerindra tercatat memperoleh elektabilitas 17,3 persen. Berdasarkan hasil survei tersebut, Gerindra berada pada angka 17,3 persen, disusul PDI Perjuangan (PDIP) 16,8 persen.
Sejumlah partai lainnya tercatat memperoleh elektabilitas sebagai berikut: NasDem 7,3 persen, PKB 6,2 persen, Golkar 6,1 persen, PKS 5,5 persen, PAN 4,3 persen, PSI 4,3 persen, dan Demokrat 4,1 persen. Sementara itu, gabungan partai lainnya yang dalam survei dikategorikan sebagai partai di luar parlemen memperoleh 5,6 persen.
Peneliti LKPI, Irwan Ardiansyah, mengatakan masih terdapat proporsi responden yang cukup besar yang belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai partai politik pilihannya.
“Sebanyak 22,5 persen responden tidak memberikan jawaban,” kata Irwan Ardiansyah dalam keterangannya.
Menurut keterangan LKPI, kondisi tersebut menunjukkan bahwa menjelang kontestasi politik 2029 masih terdapat kelompok responden yang belum menentukan pilihan terhadap partai politik. Survei LKPI dilaksanakan pada 8–20 September 2026 dengan melibatkan 1.246 responden yang tersebar di 36 provinsi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Metode pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar ±3,1 persen.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dan panggilan telepon yang dipandu langsung oleh pewawancara. Untuk wawancara melalui telepon, LKPI menyebut nomor ponsel virtual dihasilkan secara acak.
Tingkat kontak melalui telepon selular tercatat 35 persen, sedangkan tingkat respons mencapai 33,1 persen. Sementara wawancara tatap muka mencapai 64,4 persen dengan tingkat respons sebesar 58,3 persen.
Hasil survei ini menggambarkan kondisi preferensi responden pada saat survei dilakukan. Dengan masih adanya 22,5 persen responden yang belum memberikan jawaban, dinamika pilihan politik menuju Pemilu 2029 masih dapat berubah seiring perkembangan politik dan meningkatnya aktivitas sosialisasi partai. (Red)
Related Articles