Mediasi Buntu, Warga Siap Aksi Damai Tutup Kandang Sapi PT Susu Nusantara Berjaya

Terkini 25 Apr 2026 07:22 2 min read 123 views By Wahyu

Share berita ini

Mediasi Buntu, Warga Siap Aksi Damai Tutup Kandang Sapi PT Susu Nusantara Berjaya
Sukabumi, amunisicyber.my.id - Upaya mediasi antara pihak perusahaan dan warga terdampak belum membuahkan hasil. Warga tetap berencana menggelar...

Sukabumi, amunisicyber.my.id – Upaya mediasi antara pihak perusahaan dan warga terdampak belum membuahkan hasil. Warga tetap berencana menggelar aksi damai dengan menutup kandang sapi milik PT Susu Nusantara Berjaya pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegagalan mediasi tersebut dipicu oleh ketidakhadiran langsung pihak manajemen perusahaan dalam setiap proses dialog.

 

Warga menilai, mediasi yang dilakukan melalui perantara tidak mencerminkan itikad baik maupun keseriusan perusahaan dalam menyelesaikan persoalan. Sejak awal, warga berharap pihak manajemen yang memiliki kewenangan penuh dapat hadir langsung untuk berdialog, sehingga aspirasi masyarakat bisa disampaikan secara terbuka dan dihargai.

“Dari awal kami ingin bertemu langsung dengan pihak manajemen yang punya kewenangan, bukan melalui orang lain yang tidak berkepentingan, kalau berbicara nurani, dari sejak pertengahan ramadhan sampai saat ini sudah cukup, namun pihak perusahaan tidak ada itikad baik, hingga kemarahan warga memuncak, kini warga tetap ingin PT. Sura ditutup,"  ujar salah satu warga terdampak. 

 

Warga menegaskan, aksi damai tetap akan dilaksanakan sesuai rencana yang telah disusun sejak 7 April 2026. Pemberitahuan aksi juga telah disampaikan melalui surat resmi kepada pihak-pihak terkait.

“Kami bukan tidak menghargai niat baik perusahaan, tapi kami merasa disepelekan. Yang kami tunggu tidak kunjung datang, justru diwakilkan lagi,” ungkap warga lainnya.

 

Hal senada disampaikan warga lainnya. Mereka berharap pihak perusahaan tidak lagi menggunakan perantara dalam proses mediasi. Warga menegaskan, yang diharapkan hadir adalah pihak yang memiliki kewenangan langsung dalam pengambilan keputusan. Menurut warga, sejak awal pihak perusahaan hanya menyampaikan janji untuk hadir. Namun hingga kini, pihak pemilik maupun manajemen utama belum pernah datang langsung ke lokasi.Kondisi tersebut membuat kekecewaan warga semakin memuncak.

 

Di tempat terpisah, perwakilan perusahaan, Riki, memberikan klarifikasi. Ia menyampaikan bahwa pihak perusahaan tidak bermaksud mengabaikan warga.

“Sejak awal kami tidak mengabaikan warga. Kami telah mendelegasikan kepada tim legal perusahaan untuk melakukan pertemuan. Poin-poin permintaan warga juga sebenarnya sudah direalisasikan,” ujarnya.

 

Riki juga mengakui adanya kekurangan dalam proses komunikasi sebelumnya.

“Jika warga merasa belum menerima kompensasi, itu menjadi kesalahan kami. Saat ini kami turun langsung untuk menangani persoalan ini. Kami memohon maaf atas kejadian sebelumnya dan berharap warga dapat memberikan kesempatan agar semuanya bisa kami perbaiki,” tambahnya. (Wahyu)

AmunisiCyber
Chat with us on WhatsApp